LIFE MUST GO ON

The Most Wanted

Selasa, 28 Maret 2017

Pengalaman Perdana Ikut Media Development Program NetMedia



Tidak seperti biasanya, dengan penuh semangat aku bangun sekitar jam 4 subuh. Setelah mandi dan shalat subuh, taksi yang semalam sudah dipesan oleh abangku tiba di rumah. Rencananya, jam 6 memang sudah harus berangkat. Berhubung taksi sudah menunggu sebelum jam 6 justru aku sudah berangkat. 


Perjalanan lancar bebas kemacetan, namun jalan yang masih senggang justru membuat pengemudi taksi itu mengantuk. Ia pun memutuskan untuk berhenti di pinggir jalan tol untuk sekedar mencuci muka dengan botol air minum yang dibawa. Setelah melanjutkan perjalanan, kami melewati beberapa gerbang tol. Kami pun sepakat untuk keluar di gerbang tol Sentul. Setelah keluar tol, justru kami kebingungan karena tidak ada yang tahu lokasi persis Sentul International Convention Center (SICC). Aku pun memutuskan untuk bertanya dengan warga sekitar. Ibarat pepatah, “Malu bertanya, sesat di jalan”.

Salah satu penduduk asli Bogor yang aku temui menyarankan untuk memutar balik taksi dan jalan lurus saja ke arah Desa Babakan. Tapi, ia bilang jalan tersebut macet jika dilalui pagi hari karena arus mobilitas kendaraan yang begitu padat. Ia pun menyarankan agar taksi kembali masuk tol dan keluar lagi di gerbang tol Sentul Selatan. Nanti dari pinggir tol bisa terlihat lebih jelas Gedung SICC. Aku pun mengikuti petunjuknya yang kedua.

Taksi melaju masuk kembali ke gerbang tol untuk mengambil tiket. Saat tiba di gerbang tol Sentul Selatan yang begitu ramai antrian kendaraan, pengemudi taksi langsung masuk ke Gerbang Tol Otomatis (GTO). Setelah dicoba membayar tol dengan menggunakan kartu e-money, transaksi pun gagal dilakukan. Aku juga sempat meminjamkan kartu e-money milikku dan transaksi masih tetap gagal. Aku langsung memanggil petugas disekitar dan Ia membantu kegagalan tersebut. Ternyata, kegagalan transaksi disebabkan karena di gerbang tol sebelumnya, kami mengambil kartu tol bukan melakukan tap dengan e-money sehingga di gerbang tol berikutnya akan mengalami kendala. Beberapa mobil juga tampak mengalami kejadian seperti kami. Semoga kejadian ini tidak terulang lagi yaa karena bisa menyebabkan kemacetan panjang di gerbang tol.

Setelah keluar tol dan belok kiri mengarah ke gedung SICC, kami pun sudah disambut dengan bendera-bendera atau panji-panji yang bertuliskan NET TV. Berarti, ini tidak akan nyasar lagi dalam hatiku. Namun, kemacetan masih panjang karena semua mobil bergantian keluar masuk area parkir yang sudah disiapkan panitia. Akhirnya, argo pun sudah mencapai Rp. 300.000,- aku memutuskan untuk turun dari taksi karena gerbang utama SICC tampak sudah dekat lagi. Selain itu, aku juga sudah kebelet pipis efek cuaca dan AC yang dingin di taksi pagi hari itu. 

 Wow banget! Lokasi toilet agak jauh dari arena utama, aku pun harus berjalan tergesa-gesa kembali. Sampai toilet pun, aku harus kembali mengantri karena beberapa peserta juga bergantian keluar masuk toilet itu.

Keluar dari toilet, semua terasa ‘plong’. Di TKP sudah ada puluhan ribu generasi milenial yang datang untuk mewujudkan mimpi bekerja di NET Media. Aku pun langsung menuju panggung utama yang terdapat seorang pria dan seorang wanita berseragam Net TV (crew dari Net TV) bertindak sebagai host di hari itu untuk memandu peserta masuk dan mengantri sesuai ID masing-masing. Host hanya menyebutkan jalur antrian untuk nomor peserta 1 sampai dengan 15000 yang bisa masuk melalui gate yang sudah ditentukan. Sementara aku memiliki nomor peserta 35039.

Aku pun langsung mengambil posisi mundur dan mencari tempat duduk di pagar taman yang berdinding keramik. Sebelah kanan dan kiri yang duduk disitu juga masih menunggu instruksi karena mereka memiliki nomor peserta 30ribuan juga. Lalu, sempat terdengar desas-desus bahwa nomor peserta di atas 30ribu bisa mengikuti psikotes dengan batch 2 yang dijadwalkan pada pukul 13.00 WIB. Aku pun sempat geram karena sudah jelas tertera dalam undangan bahwa aku dijadwalkan mengikuti psikotes dalam kelompok gelombang pertama (batch 1) yang dimulai pukul 09.00 WIB.

Tak lama, aku mendengar arahan kembali dari host yang memberi instruksi untuk nomor peserta 30ribuan masuk ke dalam ruangan. Setelah masuk, ternyata para peserta harus duduk kembali lesehan sambil menunggu peserta yang sudah masuk terlebih dahulu diatur tempat duduknya di dalam ruangan. Dalam beberapa menit, seluruh peserta disuruh berdiri kembali dan mulai memasuki ruangan auditorium sambil dibagikan kertas soal test yang akan diujikan hari itu.

Aku pun langsung mendapat tempat duduk di tribun atas. Acara belum dimulai karena masih banyak para peserta yang belum masuk ke ruangan. Sementara itu, beberapa peserta diminta untuk naik ke atas panggung sambil wawancara singkat dan menunjukkan kepiawaiannya sesuai posisi yang dilamar. 

 Acara pun dimulai. Setelah pembukaan, beberapa jajaran manajemen hadir melakukan sambutan.  Waktu sudah menunjukkan pukul 10.00 WIB, Psikotes pun segera dimulai. Para peserta harus menyelesaikan terlebih dahulu soal hitungan penjumlahan deret angka dari atas ke bawah (tes pauli) yang dilanjutkan dengan menjawab sekitar 20-30 soal tes psikologi DISC. 

Tes Pauli atau tes koran. Bagi yang belum pernah melakukan tes ini pasti agak sedikit bingung. Untung saja, aku sudah pernah melakukan tes ini sebelumnya. Tes ini dikerjakan pada kertas segede gaban yang terdapat angka dari 0-9 dengan deret acak dari atas sampai ke bawah, yang mana harus kita jumlahkan dan dalam beberapa kesempatan sesuai instruktur tes, kita wajib memberi garis atau jeda sementara dalam penyelesaian hitungannya. Hasil dari penghitungan bisa ditulis antara dua angka yang dijumlahkan. Perlu dipahami jika hasil penghitungan itu merupakan bilangan puluhan, peserta hanya boleh menuliskan hasil angka yang satuannya saja.

Tes kedua yaitu tes DISC atau tes kepribadian. Strategi untuk mengisi pertanyaan ini cukup mudah. Kita hanya perlu menjawab jujur apa adanya karena jawaban yang kita berikan menggambarkan diri sendiri.



Seluruh tes hanya diselesaikan sekitar 2 jam. Selebihnya para peserta terlalu lama mendengar kata-kata sambutan. Setelah tes selesai, para peserta pun belum boleh keluar ruangan karena harus mendengar sambutan kembali yang disampaikan oleh Bapak Triawan Munaf selaku kepala Badan Ekonomi Kreatif (BEkRaf). Dalam sambutannya, Ia menyatakan bahwa industri kreatif termasuk eksponensial karena telah menyumbangkan 800 triliun untuk pendapatan negara. Sektor perfilman, musik, dan games startup akan menjadi pengembangan BeKraf agar sektor-sektor tersebut menjadi tulang punggung perekonomian nasional.

Tepat pukul 14.00 WIB, para peserta batch 1 diperbolehkan keluar ruangan. Begitu keluar auditorium, aku langsung bergegas mencari mushalla untuk menjalankan perintah utama Sang Pencipta. Aku pun tak lupa berbisik kepada bumi dan berharap didengar oleh langit. 

Selesai shalat dzuhur, aku segera mencari akses transportasi online menuju Stasiun Kereta Api Bogor. Berhubung saat itu sedang ada kisruh antara transportasi online dan angkutan umum di sana, aku dan peserta tes lainnya agak kesulitan mendapat transportasi tersebut. Dari ketiga aplikasi transportasi online yang aku gunakan, aku bisa mendapat transportasi menuju stasiun dengan menggunakan UberMotor. Sepanjang perjalanan menuju stasiun, kang UberMotor juga menceritakan tragedi yang sedang terjadi di Bogor. Seram juga sih dengar ceritanya. Apalagi mereka seharusnya tidak perlu merebutkan penumpang, toh sama-sama mencari rezeki di jalan.

Sampai stasiun Bogor, perut ku terasa lapar. Aku memutuskan makan siang yang sudah kesorean dengan menyantap soto mie khas Bogor. Setelah makan siang selesai, aku menyempatkan diri kembali untuk mencari mushalla dan menunaikan shalat Ashar. Begitu selesai shalat, aku langsung naik kereta api jurusan Jakarta.

Malam itu aku tidak langsung pulang karena aku sudah memiliki agenda lain yaitu menghadiri peringatan hari ulang tahun Sapardi Djoko Damono yang ke-77 tahun di Bentara Budaya Jakarta (BBJ). Aku pun sempat turun naik kereta untuk sampai di stasiun kereta api Palmerah yang terdekat dari lokasi acara.
Sampai di BBJ waktu menunjukkan pukul 20.00 WIB. Aku tidak bisa mengikuti acara dari awal yang sudah dimulai sejak pukul 18.30 WIB. Begitu banyak undangan yang menghadiri acara malam itu. Aku pun cukup menikmati acara sampai selesai, meski tidak mendapat tempat duduk.
Dari BBJ aku sampai ke rumah sekitar pukul 11 malam. Aku langsung bergegas tidur karena sudah tampak lelah dan masih berharap aku bisa bermimpi bekerja di Net Media.

Keesokan harinya, pengumuman lolos psikotes tiba dan bisa langsung dilihat pada web Net Media. Aku telah berusaha semampu yang aku bisa. Aku juga sudah mengikuti prosedur yang berlaku. Bersikap untuk selalu tenang dan optimis akan lanjut ke tahap berikutnya. Namun, terjadilah apa yang tidak diharapkan; nomor ID peserta aku tidak ada di daftar pengumuman yang lolos psikotes. Lumayan ngedrop melihat hasilnya. But, life must go on.


Tidak pernah menyerah dan selalu berusaha lebih baik akan mendapatkan hasil yang luar biasa menuju masa depan yang lebih baik. Mungkin belum rezeki*

Tidak ada komentar:

Posting Komentar