LIFE MUST GO ON

The Most Wanted

Jumat, 08 Juli 2016

The Conjuring 2 : The Next True Story From The Case Files of Ed and Lorraine Warren



The Conjuring 2 diakui sebagai salah satu film memedi terbaik dan terseram dalam beberapa dekade terakhir. Tapi, apakah sekuel ini bisa kembali menyandang predikat tersebut?



     The Conjuring 2 dimulai dengan penyelidikan Ed (Patrick Wilson) dan Lorraine Warren (Vera Farmiga), sepasang suami istri yang beprofesi sebagai pengusir setan dan  menangani suatu kasus pembunuhan. Bisa dikatakan, mereka memang utusan dari gereja yang ditugaskan agar setiap kasus-kasus berbasis supranatural bisa diusut tuntas. Kemampuan Lorraine sebagai manusia indigo untuk berkomunikasi dengan makhluk halus membuatnya turun tangan untuk menjawab teka-teki apakah pembunuhan yang terjadi merupakan ulah iblis atau setan. Eh, salah maksudnya ulah iblis atau manusia itu sendiri alias rekayasa. Saat jiwa Lorraine keluar dari tubuh, saat itulah ia bertemu dengan sosok iblis berwujud biarawati, bernama Valak (Bonnie Aarons) yang banyak netizen bilang menyeramkan. Padahal, Valak hanya dikontrak muncul untuk beberapa scene yang bisa dihitung dengan jari. Dan akhirnya di Indonesia sosok Valak dibuat meme biar makin hits untuk dibullyable, mungkin karena masih saudara sama kolak.. wkwkwk...

    Dari situ, audiens diajak beralih ke cerita keluarga Hodgson. Seorang single mother bernama Peggy Hodgson (Frances O’Connor) dan keempat anaknya (Margaret, Janet, Johny, dan Billy) tinggal di sebuah rumah tua. Banyak kejadian aneh mulai menimpa mereka. Diawali, saat Janet (Madison Wolfe) mengajak kakaknya, Margaret untuk bermain papan Ouija buatan temannya Janet. Kalau di Indonesia, Ouija itu seperti permainan jelangkung. Mereka pun mencoba bermain dan memanggil arwah-arwah penasaran yang ada disekitar rumah itu, tapi hasilnya nihil. Namun, Janet tetap yakin bahwa akan ada arwah yang datang, apalagi Ia mengharapkan sosok ayahnya yang sudah meninggal bisa datang. Setelah permainan itu, kejadian aneh mulai ditampilkan. Janet sering tidur sambil jalan ke ruang TV, mendengar suara misterius dan mendadak bicara sendiri di malam hari, sampai akhirnya kesurupan arwah bernama Bill Wilkins (Bob Adrian) yang telah lama menjadi penghuni rumah tua itu hingga mampu mengambil alih tubuh Janet, bahkan mengeluarkan suara berat yang mengerikan. 

     Selain itu, Billy, adik Janet juga diganggu oleh hantu pria bengkok (crooked man) yang juga keluar secara tiba-tiba dari sebuah mainan yang terdapat dalam tenda tempat menyimpan mainannya. Namun, hal ini terasa janggal dalam setiap adegan. Sampai sekarang saya juga tidak begitu mengerti, kenapa tiba-tiba didalam mainan itu juga ada makhluk halusnya. Apa permainan itu juga digunakan untuk memanggil makhluk halus?!?

     Awalnya, Peggy pun tak percaya dengan apa yang dialami oleh anak-anaknya hingga suatu malam peristiwa mencekam itu terulang dan semua anggota keluarga berhamburan keluar dari rumah itu untuk meminta tolong tetangga sekitar. Scene ini yang juga membuat audiens di bioskop justru tertawa karena setan hadir mengagetkan mereka ditengah keramaian. #LOL

     Sampai akhirnya dipanggil Ed dan Lorraine untuk membantu permasalahan yang dialami mereka. Tentu seperti biasa, mereka mau membantu masalah tersebut. Ed dan Lorraine pun menginap di rumah angker itu. Berbagai cara dilakukan untuk memanggil arwah-arwah penasaran tersebut, Ed sempat mengadakan dialog dengan Janet yang disinyalir kerasukan arwah pemilik rumah yang lama. Adegan wawancara kesurupan ini pun direkam dalam bentuk video. Awalnya, setan yang berwujud kakek bernama Bill malu saat dirinya harus masuk ke tubuh Janet dan direkam dalam bentuk video. Lama-kelamaan Janet disuruh minum air putih yang sudah dijampe-jampe alias dikasih doa. Lalu, kakek Bill pun mulai menampakkan wujudnya. Mungkin, di luar negeri memang seperti itu cara untuk mengusir roh halus yang bersemayam ditubuh seseorang. Diajak berbincang dan meminta roh tersebut untuk keluar. Walaupun agak sedikit memaksa untuk masuk ke dalam tata sinematografi yang pas, adegan dialog ini cukup bikin bulu kuduk saya merinding. Apalagi, didukung oleh camera effect. Karena scene ini menggunakan change focus camera technique pada wajah Ed Warren dan berganti ke wajah Janet yang sadar lalu mulai kesurupan dan visual memunculkan sosok Bill Wilkins dengan blur effect. It’s creative moment!.

     Selain itu, saya juga tertarik dengan film ini karena memiliki konsep klasik yang berdasarkan kisah nyata. Totalitas tata artistik berhasil menyuguhkan setting tahun 70-an. Latar tempat disajikan dengan penuh sensasi ketakutan melalui point of view yang pas. Walaupun film kali ini tak mampu menghadirkan jeritan histeris di gedung bioskop. Padahal, netizen sempat menyebarkan hoax bahwa ada yang sampai kesurupan saat menonton film The Conjuring 2 ini. 

     Atmosfer horror memang ditampilkan secara baik disetiap sudut rumah tua keluarga Hodgson. Nuansa tegang yang menerangi ruang-ruang gelap bisa dibilang cukup mainstream untuk merelakan imajinasi liar para penonton. Film ini pun bukan sekedar ajang untuk adu nyali, tapi sinematografi coba dihadirkan melalui unsur visual yang memberi hentakan yang tak terelakkan. Misalnya, audiens diperlihatkan hal-hal kecil yang membangkitkan bulu kuduk agar semakin merinding, mulai dari mainan mobil pemadam kebakaran yang berjalan sendiri, meja yang terdorong keras di depan mata, dan tempat tidur yang bergoyang. Aura mistis masih terus berlanjut, baik saat situasi sepi maupun dalam keadaan ramai. Sosok hantu juga dimunculkan dan menunjukkan keganasan saat tertentu saja. Scene demikian membuat intensitas adrenaline audiens hanya sebatas penasaran bukan ketakutan.

     Sumber kekuatan The Conjuring 2 tidak hanya datang dari sang sineas untuk memberikan efek takut, namun juga bagaimana film ini mencoba tampil dengan insert genre drama yang lebih sentimental. Di beberapa scene, alur cerita sempat berjalan lambat saat audiens diajak mengenal lebih jauh pasangan Warren. Terlebih lagi, intensitas hubungan antara Ed dan Lorraine yang kali ini semakin digali lebih mendalam dan membangkitkan gairah audines. Mereka bercerita tentang seberapa besar perjuangannya untuk saling melindungi satu sama lain serta tidak berfokus pada keluarga Hodgson dan rumah hantunya, namun juga melibatkan kehidupan pribadi pasangan Warren yang nantinya berimplikasi pada inti cerita.

     Kesimpulannya, The Conjuring 2 memang tidak menyeramkan tapi cukup mengerikan jika kita sampai kerasukan arwah-arwah penasaran itu. Apalagi kalo kerasukan hantu yang bernama Valak. Dan akhirnya, gue lebih merasa menyeramkan saat lihat make up hantu versi Indonesia si Suketi.. hihihihi*


Tidak ada komentar:

Posting Komentar